Sunday, February 21, 2016

Perubahan Rencana

Aku sedang menulis sebuah buku. Buku ini baru sampai tahap pengumpulan bahan dan pengarahan plot. Awalnya buku yang aku tulis aku niatkan buat menceritakan lika-liku kuliah dan segala hal yang menyertainya. Ya jadi sudut pandang utamanya adalah proses kuliahnya.
Semakin ke sini semakin ruwet dan akhirnya aku memutuskan untuk mengubah konsep. Aku cuma mau cerita aku dan kamu. Ya, mungkin cerita tentang aku dan kamu juga mengharuskan aku cerita tentang kuliah sih, tapi intinya aku mau lebih fokus tentang aku dan kamu.
Mengapa? karena aku merasa tujuan aku menulis sudah berubah. Awalnya niat suci mau berbagi kisah ke orang lain buat menggambarkan kuliah itu bisa apa saja, tapi... sekarang penulisan buku ini demi kewarasan aku yang semakin hilang.
Tau Pak BJ Habibie? Ya... salah satu orang paling cerdas sejagat itu. Sepeninggal istrinya, beliau seakan menyangkal kenyataan... dia hidup seolah ibu Ainun masih hidup bersamanya. Kemudian beliau menulis buku tentang sang istri. Dari awal pertemuan mereka hingga akhir-akhir kebersamaan mereka. Di akhir menulis buku itu, beliau baru benar-benar sadar kalau sang istri telah pergi, benar-benar pergi dan tak ada lagi penyangkalan dari dirinya.
Aku tau kita beda keadaan dengan Ainun-Habibie. Beda.. sangat beda, tapi harapan aku.. setelah aku selesai menulis buku ini, aku akan sadar bahwa kamu sudah pergi, benar-benar pergi. Tanpa penyangkalan apapun. Tanpa pengharapan kamu akan kembali.